Penduduk Jepang di Indonesia

Nama Anggota Kelompok :

- Maria Magdalena Merci

- Kristina Florencia Marpaung

Kelas : XI IPS 2

Sekolah : SMAN 57 JAKARTA

Sejarah Indonesia


1. Mengidentifikasi mengenai masa awal kedatangan jepang dengan membuat garis waktu kedatangan jepang

Jawaban :  Kronologi Waktu

8 Desember 1941

Secara tiba-tiba Jepang menyerbu ke Asia Tenggara dan membom Pearl Harbor. Lima jam setelah penyerangan atas Pearl Harbor itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachhouwer menyatakan perang terhadap Jepang. Alasan Jepang datang ke Indonesia bertujuan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang seperti minyak bumi, timah dan alumunium. Diperkirakan, persediaan minyak Indonesia dapat mencukupi kebutuhan Jepang selama Perang Pasifik.


12 Januari 1942

Daerah Tarakan di Kalimantan Timur dikuasai oleh Jepang bersamaan dengan Balikpapan


29 Januari 1942

Pontianak berhasil diduduki oleh jepang


14 Februari 1942

Diturunkannya pasukan paying di Palembang, sela dua hari kemudian Palembang dan area sekitarnya telah berhasil diduduki oleh jepang. Karena jatuhnya Palembang sebagai sumber minyak, maka terbukalah pulau jawa oleh tentara jepang. Untuk melawan serangan ofensifnya jepang, pernah dibentuknya suatu komando gabungan oleh pihak serikat ABDACOM (American British Dutch Australian Command) yang markas besarnya ada di Lembang, dekat Bandung dengan panglimanya Jenderal  H. Ter Poorten diangkat sebagai panglima tentara Hindia Belanda (KNIL)


1 Maret 1942 

Jenderal Imamura dan pasukannya mendarat di Jawa di tiga tempat. Pendaratan di Banten dipimpin Jenderal Imamura. Pendaratan di Eretan Wetan-Indramayu dipimpin Kolonel Tonishori. Pendaratan di Bojonegoro dikoordinasi Mayjen Tsuchihashi. Tempat-tempat tersebut memang tidak diduga oleh Belanda sebagai tempat pendaratan tentara Jepang. Jepang tidak menyerang Jakarta karena Belanda mempersiapkan Jakarta sebagai kota terbuka.


5 Maret 1942 

Batavia jatuh ke tangan Jepang. Tentara Jepang terus bergerak ke selatan dan menguasai kota Buitenzorg (Bogor). Kota-kota lain di Jawa juga jatuh ke tangan Jepang.Tentara Jepang terus bergerak ke selatan dan menguasai kota Buitenzorg (Bogor). Kota-kota lain di Jawa juga jatuh ke tangan Jepang.


8 Maret 1942, 

Jenderal Ter Poorten atas nama komandan pasukan Belanda di pihak Sekutu, menandatangani penyerahan tanpa syarat ke Jepang yang diwakili Jenderal Imamura di Kalijati, Subang. Peristiwa ini disebut Kapitulasi Kalijati, menandai berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia. Sehingga Indonesia berada di bawah pendudukan tentara Jepang. Gubernur Jenderal Tjarda ditawan. Belanda segera mendirikan pemerintahan pelarian (exile government) di Australia di bawah pimpinan HJ Van Mook.


2. Menjelaskan faktor yang menyebabkan jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia 

Jawaban : Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda menguasai seluruh kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Pada saat itu, Jepang juga menjadi tujuan ekspor komoditas Hindia Belanda. Karena status siaga, Hindia Belanda mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Inggris. 

Inilah yang menjadi pemicu sejarah Jepang masuk Indonesia. Kala itu, Jepang khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk perang dan industrinya. Sementara itu, di tahun yang sama, Jepang juga mulai merencanakan penaklukan Asia Tenggara dalam rangka ekspansi Sumber Daya Alam (SDA), khususnya untuk pemenuhan ketersediaan bahan bakar  kebutuhan perang dan industri. Indonesia menjadi salah satu tujuan ekspansi Jepang untuk pemenuhan SDA.


3. Menganalisa kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya masa jepang

Jawaban : 

- Aspek Sosial

Selama masa kedudukan Jepang di Indonesia, jepang mencetuskan kebijakan romusha atau sistem kerja paksa. Pada awalnya pembentukan romusha ini disambut positif oleh penduduk Indonesia,  justru banyak yang bersukarela melakukannya. Namun semua berubah ketika kebutuhan jepang untuk berperang meningkat. Karena hal tersebut banyak rakyat Indonesia yang sengsara karena bekerja tanpa henti dan istirahat tanpa diimbangi upah dan fasilitas yang layak. Akibatnya banyak dari mereka yang meninggal dunia.

Selain romusha, jepang juga membentuk Jugun Ianfu yaitu tenaga kerja perempuan sebagai wanita penghiburnya tentara jepang.


- Aspek Politik 

Pemerintah Jepang selalu mengajak bekerja sama golongan-golongan nasionalis. Hal ini jelas berbeda dibandingkan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu golongan nasionalis selalu dicurigai. Golongan nasionalis mau bekerja sama dengan pemerintahan Jepang karena Jepang banyak membebaskan pemimpin nasional Indonesia dari penjara, seperti Soekarno, Hatta, dan juga Sjahrir.

Jepang mengeluarkan undang-undang yang terkait pada bidang politik yang justru banyak merugikan bangsa Indonesia. Beberapa di antaranya:

1. Undang-Undang nomor 2 tanggal 8 maret tahun 1942, tentang larangan kepada orang indonesia untuk berserikat dan berkumpul.

2. Undang-Undang nomor 3 tanggal 10 mei tahun 1942, tentang larangan kepada orang-orang indonesia untuk memperbincangkan pergerakan atau propaganda perihal peraturan dan susunan negara.

3. Undang-Undang tanggal 22 juli tahun 1942, tentang larangan pendirian organisasi yang bersifat politik.


- Aspek Ekonomi

Di awal pendudukan Jepang kondisi ekonomi Indonesia tidaklah stabil. Harga makanan, barang dan jasa naik-turun tidak terprediksi. Sebagai proyek pertama Jepang di Indonesia adalah usaha untuk menghasilkan lebih banyak lagi hasil bahan pangan. Dan mulailah dilakukan beberapa pengajaran seputar pertanian. Cara yang sama juga diterapkan dalam bidang peternakan.Kabar gembira ini tak berlangsung lama, rupanya rakyat Indonesia belum mengetahui bahwa tujuan utama Jepang memajukan sektor ekonomi Indonesia semata hanya untuk menunjang kepentingan perang Jepang.


- Aspek Budaya 

Pemerintahan Jepang pernah mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia Dalam masyarakat Jepang, kaisar memiliki tempat tertinggi, karena diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari. Karena itu, Jepang berusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa mana mungkin setuju memberi hormat dengan membungkukkan punggung dalam-dalam (seikerei) ke arah matahari terbit.

Pemerintahan Jepang mendirikan pusat kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunkei Shidoso. Lembaga ini yang kemudian digunakan Jepang untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan para seniman agar karya-karyanya tidak menyimpang dari kepentingan Jepang. Bahkan media pers pun berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang.



Sumber : 

https://www.ruangguru.com/blog/proses-dan-latar-belakang-pendudukan-jepang-di-indonesia

https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/15/193000669/kedatangan-jepang-ke-indonesia?page=all

https://www.kompasiana.com/ayuseptiani/551ad3c2a333118d20b65a3a/kronologi-masuknya-jepang-ke-indonesia

https://sejarahkita.com/kondisi-perekonomian-indonesia-pada-masa-penjajahan-jepang/#:~:text=Di%20awal%20pendudukan%20Jepang%20kondisi,dilakukan%20beberapa%20pengajaran%20seputar%20pertanian.

sumber : https://www.ruangguru.com/blog/kehidupan-bangsa-indonesia-masa-pendudukan-jepang

sumber : https://pahamify.com/blog/sejarah-jepang-masuk-indonesia/ 

Komentar